Renungan akhir zaman untuk kita semua
Renungan buat kita semua
Suadara - saudara kaum muslimin seiman dan sekeyakinan yang berbahagia
Pada suatu hari seketika sedang berkumpul bersama dengan para sahabat rasulullah pernah memberikan peringatan beliau bersabda "pada suatu saat nanti akan datang di tengah-tengah kamu wahai umat islam dimana orang-orang lain di sekeliling kamu, akan bersatu mengrubungi kamu seperti bersatunya orang-orang mengurubungi makan di atas meja hidangan.akan datang suatu saat nanti dimana kondisi mu dikepung sedemikian rupa yang barat mau menerkam,yang timur mau menghantam,yang selatan mau menginjak nginjak, yang utara pun mau menjelajah. kondisi mu seperti makanan di atas meja hidangan".
Sebagian para sahabat merasa heran dan terkejut lalu meraka ber tanya " apakah jumlah kami waktu itu sedikit ya rasulullah?"
Kami sampai dikepung sedemikian rupa.
Beliau menjawab" sama sekali tidak, kamu tidak sedikit pada waktu itu bahkan jumlah mu sangat banyak. Kamu adalah mayoritas tetapi keadaan mu saat itu persis seperti buih diatas lautan,banyak tetapi centang perenang,banyak tetapi tidak punya daya dan kekuatan,banyak tetapi dipermainkan gelombang lautan dihempaskan ke tepian pantai tanpa punya makna dan arti. kondisi mu pada saat itu kuantitas yang tanpa kwalitas sehingga orang lain enak saja mengepung kamu, akidah mu di dangkalkan dibanjiri dengan peradaban dan kebudayaan yang menjauhkan dari agama. dari segi maksiat dan mungkarot seluruh nya mengepung sampai kita melepaskan nilai-nilai islam kita ini dan celakanya akan dicabut kehebatan mu di mata musuh-musuh mu sehingga pada saat seperti itu orang lain memandang mu umat islam enteng saja,remeh saja tidak ada apa-apa nya.
Alangkah ironi nya, alangkah menyedihkan nya memilukan dan sekaligus memalukan umat yang mayoritas ini dipermainkan oleh minoritas. umat yang jumlahnya terbesar,terbanyak bahkan konon menurut catatan sampai 90% tapi dipermainkan oleh mereka kelompok kelompok kecil ini.
Pada saat itu di hatimu dicampakkan lah penyakit 'wahan'
Para sahabat kemudian bertanya "apakah penyakit wahan itu ya rasulullah??
Beliau menjawab " penyakit wahan itu tidak lain terlalu cinta kepada dunia dan terlalu takut kepada mati matrialialitis dan takut resiko.
Dua penyakit ini lah yang menyebabkan walaupun umat ini mayoritas tapi dipermainkan oleh yang minoritas,walaupun dia golongan terbesar tapi nasibnya seperti makanan diatas meja makan dari berbagai macam penjuru mau menghantam dia.
Bahwa pada satu saat nanti akan terjadi di tengah-tengah umat dimana kita dihantam dan diserbu dari segala macam penjuru,akidah didangkalkan,peradaban dan kebudayaan di rusak,makan dan minuman di racuni,pakaian ditelanjangi dan lain sebagainya sampai kita melepaskan nilai islam yang kita cintai ini.
Adalah benar bahwa di zaman sekarang kita insyaallah tidak akan mengalami perang badar sehebat yang pernah dialami oleh rasul dan para sahabat nya tetapi sesungguhnya perang yang kita hadapi di zaman sekarang ini tidak kalah hebatnya dengan perang badar,tidak kurang dasyatnya dengan perang uhud,tidak kurang ngerih nya dari perang hondak hanya saja yang kita hadapi sekarang ini bukan ujung pedang,bukan ujung tombak,bukan ujung panah yang kita hadapi sekarang ini adalah perang akidah,perang ideologi,perang mempertahankan keyakinan yang kalau kita kalah sekarang kita memang masih beragama tapi anak kita,cucu kita,generasi yang akan hidup dimasa akan datang huwallah aklam bisoam.
Pada suatu hari seketika sedang berkumpul bersama dengan para sahabat rasulullah pernah memberikan peringatan beliau bersabda "pada suatu saat nanti akan datang di tengah-tengah kamu wahai umat islam dimana orang-orang lain di sekeliling kamu, akan bersatu mengrubungi kamu seperti bersatunya orang-orang mengurubungi makan di atas meja hidangan.akan datang suatu saat nanti dimana kondisi mu dikepung sedemikian rupa yang barat mau menerkam,yang timur mau menghantam,yang selatan mau menginjak nginjak, yang utara pun mau menjelajah. kondisi mu seperti makanan di atas meja hidangan".
Sebagian para sahabat merasa heran dan terkejut lalu meraka ber tanya " apakah jumlah kami waktu itu sedikit ya rasulullah?"
Kami sampai dikepung sedemikian rupa.
Beliau menjawab" sama sekali tidak, kamu tidak sedikit pada waktu itu bahkan jumlah mu sangat banyak. Kamu adalah mayoritas tetapi keadaan mu saat itu persis seperti buih diatas lautan,banyak tetapi centang perenang,banyak tetapi tidak punya daya dan kekuatan,banyak tetapi dipermainkan gelombang lautan dihempaskan ke tepian pantai tanpa punya makna dan arti. kondisi mu pada saat itu kuantitas yang tanpa kwalitas sehingga orang lain enak saja mengepung kamu, akidah mu di dangkalkan dibanjiri dengan peradaban dan kebudayaan yang menjauhkan dari agama. dari segi maksiat dan mungkarot seluruh nya mengepung sampai kita melepaskan nilai-nilai islam kita ini dan celakanya akan dicabut kehebatan mu di mata musuh-musuh mu sehingga pada saat seperti itu orang lain memandang mu umat islam enteng saja,remeh saja tidak ada apa-apa nya.
Alangkah ironi nya, alangkah menyedihkan nya memilukan dan sekaligus memalukan umat yang mayoritas ini dipermainkan oleh minoritas. umat yang jumlahnya terbesar,terbanyak bahkan konon menurut catatan sampai 90% tapi dipermainkan oleh mereka kelompok kelompok kecil ini.
Pada saat itu di hatimu dicampakkan lah penyakit 'wahan'
Para sahabat kemudian bertanya "apakah penyakit wahan itu ya rasulullah??
Beliau menjawab " penyakit wahan itu tidak lain terlalu cinta kepada dunia dan terlalu takut kepada mati matrialialitis dan takut resiko.
Dua penyakit ini lah yang menyebabkan walaupun umat ini mayoritas tapi dipermainkan oleh yang minoritas,walaupun dia golongan terbesar tapi nasibnya seperti makanan diatas meja makan dari berbagai macam penjuru mau menghantam dia.
Bahwa pada satu saat nanti akan terjadi di tengah-tengah umat dimana kita dihantam dan diserbu dari segala macam penjuru,akidah didangkalkan,peradaban dan kebudayaan di rusak,makan dan minuman di racuni,pakaian ditelanjangi dan lain sebagainya sampai kita melepaskan nilai islam yang kita cintai ini.
Adalah benar bahwa di zaman sekarang kita insyaallah tidak akan mengalami perang badar sehebat yang pernah dialami oleh rasul dan para sahabat nya tetapi sesungguhnya perang yang kita hadapi di zaman sekarang ini tidak kalah hebatnya dengan perang badar,tidak kurang dasyatnya dengan perang uhud,tidak kurang ngerih nya dari perang hondak hanya saja yang kita hadapi sekarang ini bukan ujung pedang,bukan ujung tombak,bukan ujung panah yang kita hadapi sekarang ini adalah perang akidah,perang ideologi,perang mempertahankan keyakinan yang kalau kita kalah sekarang kita memang masih beragama tapi anak kita,cucu kita,generasi yang akan hidup dimasa akan datang huwallah aklam bisoam.
Ceramah alm.Kyai.H. Zainuddin MZ.
Komentar
Posting Komentar